Selasa, September 21, 2021

Raja yang tak tahu terima kasih

Must read

Pada tahun 1932, Ibn Saud mengakhiri perang panjang penaklukan Mekah dan Madinah, dan mengangkat dirinya raja dan sultan dua kota suci itu dan gurun pasir maha luas yang mengitarinya.

Sebagai cerminan kerendahan hati, Ibn Saud menamai kerajaannya Saudi Arabia mengikuti nama keluarganya. Dan sebagai cerminan amnesia, ia memberikan minyak negaranya kepada perusahaan Amerika, Standard Oil, lupa bahwa antara tahun 1917 dan 1924 ia dan keluarganya makan dari tangan Empirium Inggris, sebagaimana tertera dalam buku catatan keuangan.

Saudi Arabia menjadi model demokrasi di Timur Tengah. Limaratus pangerannya harus menunggu tujuhpuluh tiga tahun untuk bisa menyelenggarakan pemilihan umum pertama.

Dalam pemilihan itu, yang hanya untuk pegawai pemerintah, tak ada partai politik ikut serta karena semua mereka dilarang. Tak ada perempuan juga, karena mereka juga dilarang.

Eduardo Galeano

“Mirrors”

Penerjemah: Wardah Hafidz

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article