Selasa, September 21, 2021

Duta besar Australia tingkatkan kerjasama dengan PPATK

Must read

Duta besar perempuan pertama Australia untuk Indonesia Ms. Penny Williams PSM menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 September 2021.

Pemegang gelar magister antropologi terapan dan pembangunan partisipatif yang fasih berbahasa Indonesia ini sebelumnya melakukan  pertemuan dengan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae, untuk membahas kerja sama bilateral yang telah terjalin antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia, khususnya dengan PPATK. 

Ms. Penny Williams PSM melihat hubungan antara Australia dan Indonesia sangat dekat secara historis dan sangat strategis, terutama dalam penanganan Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme.

“Kerja sama yang terjalin antara Australia dan Indonesia, dalam hal kontra-terorisme, penegakan hukum, termasuk anti pencucian uang dan pendanaan terorisme telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi bagi kedua belah pihak, dan juga bagi kawasan Asia Pasific,” ungkapnya.

Kepala PPATK, Dian Edian Rae, menilai kunjungan yang dilakukan Dubes Australia kepada PPATK menunjukkan perhatian Pemerintah Australia terhadap peran dan kedudukan PPATK sebagai lembaga intelijen keuangan Indonesia. Dian menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini, terutama antara Australia melalui AUSTRAC dan PPATK.

“Setahu saya sudah belasan tahun kerja sama ini terjalin, terutama dalam hal penanganan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Berbagai tindak kejahatan ekonomi lintas negara (transnational crimes), walaupun di masa pandemik ini,  semakin meningkat dan dengan modus yang semakin canggih. Hal ini harus menjadi perhatian bagi PPATK dan tentunya Austrac, Australia sebagai salah satu partner handal dalam hal penegakan Rezim Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme,” jelas Dian.

Dirinya menambahkan bahwa saat ini Indonesia juga tengah mempersiapkan diri untuk penilaian Mutual Evaluation Review (MER) oleh Financial Action Task Force (FATF) untuk menjadi anggota FATF.

“Indonesia telah mempersiapkan diri untuk menghadapi MER FATF yang rencananya akan diselenggarakan mulai awal bulan November 2021, dan baru-baru ini kami telah menyelenggarakan Mock Interview sebagai pemantapan diri ketika menghadapi para asesor, dan Australia banyak memberikan kontribusi,” kata Regional Representative Kawasan Asia Pasific The Egmont Group ini.

Pertemuan ini membahas beberapa hal terkait kerja sama yang telah terjalin, diantaranya mengenai kelanjutan kerja sama PPATK-AUSTRAC Partnership Program (PAPP), kelanjutan kerjasama Australia dan PPATK dalam Counter Terrorism Financing Summit (CTF), penegakan hukum, serta dukungan terhadap berbagai inisiatif PPATK.

“Sebagai negara yang bertetangga dan telah bekerja sama sekian lama, Australia akan mendukung Indonesia dalam berbagai hal terutama terkait peningkatan pertukaran informasi intelejen kedua negara dan inisiatif baru PPATK seperti Public Private Partnership (PPP), dalam hal penegakan hukum, peningkatan kemampuan analis terkait pengetahuan intelijen keuangan dan teknik analisis intelijen keuangan melalui Intelligence Fundamental Course (IFC) dan Financial Intelligence Analyst Course (FIAC), serta pertukaran analis multilateral untuk mendorong kolaborasi operasional yang nyata dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program-program inovatif seperti ini,” Imbuh Ms. Penny.

Dian menilai di bawah Dubes Ms Penny ini hubungan Indonesia dan Australia akan berjalan semakin baik. “Dia bukan saja diplomat karir tapi juga beliau memiliki pengalaman tinggal dengan keluarga Indonesia, dan bersekolah di SMA di Jakarta selama satu tahun. Program pertukaran pelajaran dalam intercultural programs seperti ini akan sangat membantu beliau didalam berkomunikasi dan memahami budaya Indonesia secara lebih baik”.

“Pengalaman beliau sewaktu mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) di Indonesia, hampir bersamaan waktunya dengan waktu saya mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) ke Amerika Serikat pada masa sekolah SMA dulu. Mungkin karena persamaan chemistry ini yang membuat kita berdua bisa berbicara lama dengan topik yang beragam walaupun ini merupakan pertemuan pertama dengan beliau.” tukas Dian. 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article