Selasa, September 21, 2021

Pengguna internet wajib tahu: Bekal agar aman berteknologi

Must read

Aspek kehidupan tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan adanya transformasi digital masyarakat Indonesia. Transformasi digital juga menyebabkan terjadinya pergeseran pola pikir, pola sikap, dan pola tindak masyarakat dalam mengakses dan mendistribusikan informasi.

”Masyarakat Indonesia juga semakin mudah mengakses informasi melalui berbagai platform teknologi digital yang semakin inovatif dan interaktif,” kata dosen STMIK Komputama Majenang, Kusnana, dalam webinar literasi digital bertema ”Menjadi Masyarakat Digital yang Pintar” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (9/9/2021).

Kusnana mengungkapkan, menurut survei dari Hottsuite dan We are Social pada 2021, total penduduk Indonesia menyentuh angka 274,9 juta jiwa. Survei itu juga menyebutkan, sebanyak 202,6 juta merupakan pengguna internet. Artinya, 73,7 persen warga Indonesia sudah berselancar di dunia maya. Adapun untuk jumlah perangkat mobile yang terkoneksi sebanyak 345,3 juta dan diketahui pula pengguna yang aktif di media sosial berbagai platform ada 170 juta. 

”Dalam satu hari pengguna internet di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu sampai 8 jam 52 menit, untuk media sosial 3 jam 14 menit, dan 1 jam 38 menit untuk membaca media online maupun offline,” ujarnya.

Kusnana mengatakan, teknologi merupakan perkembangan suatu media atau alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah. Agar pintar dalam menggunakan teknologi, pengguna harus memiliki bekal berupa kesadaran menjadi warga digital.

Menurutnya, kesadaran diri menjadi warga negara digital adalah indikator pertama dari kecakapan dalam budaya digital yang harus dimiliki setiap individu ketika memasuki era digital. ”Dalam konteks ke-Indonesia-an, sebagai warga negara digital, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk melakukan seluruh aktivitas berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

Bekal kedua yang harus dimiliki pengguna teknologi, yakni cakap literasi digital. Menurut National Leadership Conference on Media Education, literasi media merupakan kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan dalam berbagai bentuknya.

Kata Kusnana, prinsip dalam pendidikan media atau literasi media adalah memberdayakan khalayak. ”Tingkat kepuasan terhadap penggunaan internet dapat juga memberikan efek pada budaya di masyarakat yang mempengaruhi efek pada budaya ketika bersosialisasi,” ucapnya.

Narasumber yang lain, dosen Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Muhammad Arwani, lebih menekankan pada etika bermedia sosial. Menurutnya, agar bermedia sosial bisa cakap dan etis pengguna harus meluruskan motivasi bermedia sosial. Kemudian memahami alur audiens, dan bersikap yang baik.

”Dalam menggunakan media sosial agar beretika, yakni pakailah nama maupun foto yang asli di akun. Kemudian, sebelum memberikan komentar atau share baca dulu postingan sampai tuntas serta cek sumber informasi yang kredibel,” papar Arwani.

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator Eva Jalesveva itu, juga menghadirkan narasumber Content Writer Jaring Pasar Nusantara, Murniandhany Ayusari, dan dosen FISIP Universitas Jember & IAPA, Selfi Budi Helpiastuti, serta Travel Blogger & Content Creator, Decky Tri, selaku key opinion leader.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article