Selasa, Oktober 19, 2021

Digitalisasi layanan, hapus peluang pungli, tingkatkan income pemerintah

Must read

Digitalisasi layanan publik itu kebutuhan zaman. Meski butuh biaya besar, bagusnya pemerintah tak perlu menunda lagi untuk melengkapi layanan digital lebih lengkap di banyak sektor. Mengapa? ”Karena layanan serba digital akan mempercepat dan menghemat, bahkan  kini di era era cashless dan paperless juga mestinya segera terwujud di era layanan publik kita.”

Itulah saran dari news presenter TV Safinaz Nachiar, saat tampil sebagai key opinion leader dalam webinar literasi digital untuk warga Kabupaten Wonosobo, 5 Oktober 2021, yang mengusung tema ”Digitalisasi Pelayanan Publik”. ”Karena masyarakat yang makin sibuk ingin layanan publik makin cepat, aman, dan mudah,” tambah Safinaz.

Memang, kini di era digital semua berubah bergerak begitu cepat. Di dunia digital sekarang dalam 60 detik saja begitu banyak yang terjadi: ada 2,4 juta orang yang mengakses situs pencari di Google search engine, ada 38.000 foto dan video diposting di Instagram dan 700 ribu orang login di Facebook.

”Jadi, kalau kini kemudian orang pengin mengurus KTP, Tanda Daftar Perusahaan, dan bikin NPWP makin cepat dan mudah dalam membayar pajaknya, itu sudah menjadi kewajaran dan memang tak bisa dielakkan lagi,” urai Zulchaidir Azhari, konsultan safety digital dari Kaizen Room.

Untuk mewujudkan itu semua, pemerintah memang tetap memperhatikan prinsip-prinsip layanan publik yang lebih baik dan terus ditingkatkan. ”Diharapkan, dengan adanya digitalisasi layanan, pemerintah makin bisa lebih transparan, terbuka biaya dan waktu, makin cepat dan responsif menanggapi kebutuhan publik dan tetap menjaga keramahan layanannya, karena semua upaya digitalilasi demi kepuasan masyarakat terhadap kebutuhan layanan yang lebih bagus,” itu pesan Diamond Prasada, dosen Universitas Negeri Semarang yang asli Sapuran, Wonosobo.

Diamond sudah merasakan, sekarang memproses pembuatan KTP Online, NPWP dan berbagai surat izin usaha sampai di level Kabupaten Wonosobo semakin mudah dan cepat. Ada keluarganya bercerita, sekarang bikin atau mengubah KTP asalkan dokumen lengkap, sehari tuntas. Bahkan, bikin izin usaha UMKM sejam beres, karena kemudahan online.

”Jelas, ini sangat membantu kalangan UMKM dalam berusaha, di samping menghemat waktu. Tak harus lama meninggalkan rumah, karena usaha serba digital tapi banyak action usaha perlu koordinasi dengan rumah produksi di rumah,” tutur Diamond.

Safinaz, Zulchaidir dan Diamond tampil antusias dalam diskusi virtual yang diikuti ratusan peserta yang juga serius mengikuti secara daring. Dipandu moderator Hary Perdana, tampil pula pembicara lain: Isharsono SP, praktisi digital marketing, dan Widiasmorojati, entrepreneur.

Digitalilsasi memang mengundang tantangan di lapangan. Yang paling sering ditemukan dalam pelaksanaannya, banyak kaum sepuh dan orang yang belum memilki kecakapan digital masih tergagap dengan sistem layanan digital. Di sinilah peran kaum muda dalam sistem layanan pegawai yang melayani, mesti sabar menghadapi warga yang gaptek, mesti mau turun dan sabar mengajari sampai bisa.

”Biar mereka benar-benar merasakan kalau digitalisasi memang memudahkan hidupnya. Kalau bayar listrik tinggal operasikan smartphone dan bayar dengan m-banking atau datang ke Indomaret, itu memang mudah. Bayar pajak juga bisa pakai ponsel, isi sendiri dan bayar pake m-banking juga. Mungkin agak butuh waktu mengajari, tapi ini akan mudah dan indah pada waktunya,” pungkas Isharyanto.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article