Senin, Desember 6, 2021

Konten keagamaan tingkatkan solidaritas umat beragama

Must read

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar webinar literasi digital bagi masyarakat di Kota Semarang, Sabtu (24/7/21). Dengan mengusung tema “Membangun Toleransi Beragama melalui Media Sosial”, persoalan itu dikupas melalui empat pilar literasi digital yang meliputi: budaya digital, keamanan digital, kecakapan digital, dan etika digital.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dwiky Nara (entertainer) tersebut menghadirkan Nur Arifin (Peneliti dan Antropolog), Muhammad Nurkhoiron (Komisioner Komnas HAM), Femikhirana Widjaja (Owner Digital Clubber dan Digital Marketing Strategist) dan Indraswari (Lecturer and Researcher in Gender, Human Right and Development) sebagai pembicara. Serta Mahe Wijaya (Banker and Content Creator) sebagai Key Opinion Leader.

Owner Digital Clubber dan Digital Marketing Strategist Femikhirana Widjaja menyampaikan, konten keagamaan tentu tujuannya untuk ketentraman dan pembinaan moral rutin melalui sosial media. Dengan menggunakan medsos, kita bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Dalam menyampaikan konten keagamaan di media sosial, kita harus memahami beberapa hal. Seperti karakteristik media sosial. Fitur medsos apa saja yang bisa dimanfaatkan. Serta jenis konten apa saja yang bisa dibagikan,” jelasnya dalam webinar tersebut.

Ia menambahkan, aplikasi pendukung dalam pembuatan konten agama banyak digunakan oleh pengguna. Seperti Canva, picsart dan capcutcapcut, telegram dan banyak lainnya. Namun, dalam membuat konten perlu menjaga toleransi beragama. Pasalnya dalam medsos semua konten dibuat secara terbuka.

“Cobalah membuat konten yang merangkul semua kalangan. Mulai dari usia, kepentingan dan agama. Serta memanfaatkan konten atau materi yang matang. Misal satu minggu sebelum tayang,” tambahnya.

Pihaknya mengatakan, melakukan moderasi ketat terhadap komentar yang masuk. Agar bisa memilah komentar yang masuk. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan perpecahan.

Hartanto mengatakan, kehidupan beragama di Indonesia umumnya berlangsung harmonis karena adanya toleransi antarumat beragama. Selain itu, negara juga menjamin kebebasan warganya beribadah menurut agamanya masing-masing. Islam juga mengajarkan agar umat Islam berbuat baik dan bertindak adil kepada siapapun.

“Islam mengutamakan terciptanya suasana perdamaian, hingga timbul rasa kasih sayang di antara umat Islam dengan umat beragama lain. Kerjasama yang baik antara umat Islam dan umat agama lain tidaklah menjadi halangan bagi agama Islam,” jelasnya.

Dalam bersosial media, bergaul dengan semua orang diperlukan. Akan tetapi, perlu adanya pemahaman tentang keagamaan. Selain itu, perlu menghargai dan menghormati hari raya agama lain. Tidak memaksakan kehendak dan memberi pertolongan pada yang membutuhkan. Menjalin jaringan pertemanan berarti membuka diri dan informasi tentang diri kita. Tetapi perlu adanya batasan agar tidak terjadi penipuan siber. Selain itu, sosial media bukanlah ajang konten popularitas, sehingga tidak perlu berlomba-lomba membuat konten viral.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article