Kamis, Januari 20, 2022

Komunikasi efektif pengajar, jadi kunci transfer pengetahuan

Must read

Dosen D3 Manajemen FBE UII Yogyakarta Maisaroh membeberkan sejumlah tips dan trik bagi para pendidik agar dapat memaksimalkan proses pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kenali dulu hambatan-hambatan yang bisa mengganggu proses pembelajaran itu, agar saat pelaksanaannya bisa lancar,” kata Maisaroh saat menjadi narasumber dalam webinar literasi digital bertajuk “Strategi Membangun Kecakapan Digital bagi Pengajar” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/7/2021).

Maisaroh mengungkapkan, hambatan-hambatan yang kerap dihadapi pengajar dalam pembelajaran online saat ini masih bersumber pada beberapa faktor. Sehingga, perlu tips penanganan yang bisa berbeda satu daerah dengan lainnya.

“Salah satunya lokasi. Lokasi belajar harus benar-benar bisa dipastikan ada jaringan internetnya,” ucap Maisaroh. Lalu, soal media yang digunakan. Maisaroh menyarankan menggunakan media pembelajaran daring yang variatif dan bisa untuk berinteraksi saat proses dilaksanakan.

“Perlu interaktif media pembelajaran yang dipilih, sehingga karakter dan perilaku siswa relatif bisa terpantau,” cetusnya. Agar proses pembelajaran berjalan optimal pada hari-H, sebaiknya materi pembelajaran itu juga sudah diberikan beberapa hari sebelumnya untuk dipelajari. Dalam hal ini, pengajar bisa berkreasi dengan membuat semacam kuis-kuis pada hari H, sehingga materi yang sudah diberikan sejak awal dipelajari para siswa.

“Sebisa mungkin jangan berikan materi saat kelas berlangsung, siswa belum mempelajarinya, berikan lebih dulu sebelum pembelajaran dimulai,” kata Maisaroh.

Yang tak kalah penting, mintalah agar siswa tidak terlambat dalam mengumpulkan tugas. Sehingga pengajar bisa langsung mengkoreksi.

Selain itu, untuk memperlancar proses pembelajaran online, tak kalah pentingnya kecakapan dan peran guru. Guru di era digital ini dituntut memiliki sejumlah keterampilan.

“Terpenting, guru perlu menguasai keterampilan komunikasi yang efektif,” kata Maisaroh. Komunikasi efektif dalam pembelajaran jadi modal dasar terjadinya proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik. Dan memungkinkan peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

“Pengajar dalam hal ini pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran,” tutur Maisaroh.

Maisaroh melanjutkan, guru juga dituntut menguasai keterampilan komunikasi digital. “Guru harus siap untuk berbagai kondisi pembelajaran. Salah satunya, kemampuan memanfaatkan teknologi dalam proses pengajaran. Dengan adanya kebijakan belajar di rumah secara online, guru dituntut memiliki keahlian di bidang teknologi digital,” ujarnya.

Tak kalah penting, guru atau pengajar juga perlu terampil mengelola waktu. Meskipun terkesan sepele, pengelolaan waktu penting bagi guru karena berkait dengan perhatian terhadap manajemen waktu pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tujuannya, agar rangkaian kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan dapat terselesaikan dengan baik, mencapai tujuan pembelajaran, dan siswa dapat menguasai kompetensi yang diharapkan.

“Guru juga perlu terampil dalam penilaian evaluasi serta mengembangkan kurikulum,” tambah Maisaroh. Ini terkait tugas guru menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat, memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan tahap perkembangan siswa serta memilih metode dan media mengajar yang bervariasi.

Narasumber lain dalam webinar itu, Kepala MTsN 5 Sragen Muawanatul Badriyah, dalam paparannya mengatakan ada beberapa hal yang wajib diwaspadai para guru dalam mengakses internet, sehingga bisa tetap berpikir kritis dalam memahami berbagai jenis data dan informasi yang diberikan.

“Dunia digital memiliki beragam konten positif dan negatif yang terus berseliweran di berbagai platform. Tanggung jawab guru ketika mengakses sumber informasi dari internet itu sebelum mengajarkannya adalah memastikan dulu informasi itu benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan netiket atau etika berinternet,” kata Muawanatul.

Muawanatul melanjutkan, internet bisa menjadi sumber pembelajaran alternatif dan memberikan peranan yang besar dalam pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam suatu institusi akademik.

Webinar kali ini juga menghadirkan narasumber Imam Alba (Direktur Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana- LPAW) dan Imam Sayekti (Kepala MTsN 2 Pekalongan)

Sebagaimana di kabupaten/kota lain, di Kabupaten Cilacap, Kementerian Kominfo juga akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan Webinar Literasi Digital: Indonesia Makin Cakap Digital selama periode Mei hingga Desember 2021.

Serial webinar ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, agar masyarakat makin cakap digital dalam memanfaatkan internet demi menunjang kemajuan bangsa.

Warga masyarakat diundang untuk bergabung sebagai peserta webinar dan akan terus memperoleh materi pelatihan literasi digital. Caranya adalah dengan mendaftar melalui akun media sosial @siberkreasi.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article