Senin, Desember 6, 2021

Semua aspek kehidupan terpengaruh teknologi digital

Must read

Masyarakat Pandemi Covid-19 di satu sisi meresahkan tapi di sisi lain membantu mempercepat adaptasi terhadap teknologi digital. Kehadiran teknologi ini pun langsung mempengaruhi aktivitas berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan.

“Kegiatan belajar mengajar yang tadinya dilaksanakan secara tatap muka beralih ke virtual,” ujar Fransiska Desiana Setyaningsih (Dosen UNIKA Widya Mandira Kupang, saat menjadi narasumber webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis Rabu (7/10/2021).

Anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) ini menyatakan seorang pengguna perangkat digital yang memiliki kecakapan literasi digital bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Dijelaskan, digital skills merupakan dasar dari kompetensi literasi digital karena berkaitan dengan kemampuan individu memahami penggunaan perangkat digital.

Sedangkan digital culture sebagai wujud kewarganegaraan digital dalam konteks keindonesiaan dalam kehidupan sehari-hari. Digital ethics sebagai panduan berperilaku terbaik di ruang digital, membawa individu untuk bisa menjadi bagian masyarakat digital.

Sedangkan digital safety sebagai panduan bagi individu agar dapat menjaga keselamatan dirinya saat bermedia digital.

Fransiska menambahkan, hadirnya beberapa platform pembelajaran digital diharapkan siswa terampil belajar daring sekaligus terampil memahami perlindungan keamanan digital, baik pada perangkat yang dipakai, data yang dibagikan, rekam jejak yang ditinggalkan hingga keamanan bagi penggunanya.

“Di dalam perangkat digital kita tersimpan beragam informasi penting berupa identitas yang terlihat seperti nama, foto profil, nomor telepon, alamat email dan sebagainya, hingga identitas yang tidak terlihat seperti alamat IP, password, PIN. Data-data seperti foto dan video pribadi pada menu galery, daftar kontak, sampai data keuangan termasuk uang digital juga turut tersimpan,” paparnya.

Narasumber lainnya, Dwianto Indiahono selaku Dosen Kebijakan Publik Universitas Jenderal Soedirman, menyampaikan di tengah masifnya penggunaan teknologi digital hendaknya netizen bersikap ramah di dunia nyata maupun dunia maya.

Jangan sampai terlihat ramah di dunia nyata ternyata perilakunya tidak sopan di dunia maya. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan pelanggaran terhadap UU ITE cenderung naik.

Dipandu moderator Dannys Citra, webinar bertema “Saatnya Peserta Didik dan Guru Terampil Belajar Daring (Online)” ini juga menghadirkan narasumber Sabinus Bora Hangawuwali (Peneliti UGM), Lia Puspitasari (Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 7 Purworejo), Ganjar Pranowo (Gubernur Provinsi Jawa Tengah) sebagai Keynote Speech dan Endy Agustian (Duta Pendidikan Indonesia) sebagai Key Opinion Leader.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article