Senin, Desember 6, 2021

Siswa cenderung menunda tugas online

Must read

Pembelajaran daring atau online ada plus dan minusnya, kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kekurangannya siswa cenderung menunda tugas online yang diberikan oleh guru. Ini terjadi karena minimnya pengawasan belajar.

”Dengan adanya kemudahan akses, beberapa siswa cenderung menunda,” ujar Kokok Herdhianto Dirgantoro, Founder and CEO Opal Communication, saat menjadi narasumber webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (8/10/2021).

Di lapangan, kata dia, penerapan pembelajaran digital sering terkendala keterbatasan akses internet. Ini banyak terjadi di Indonesia mengingat beberapa daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) masih belum terjangkau akses internet. Selain itu, harga pemakaian data internet juga dirasa cukup mahal untuk beberapa kalangan masyarakat.

Disebabkan metode pembelajaran e-learning bersifat satu arah, interaksi pengajar dan siswa berkurang sehingga sulit bagi siswa untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang sukar dipahami.

Kokok tidak menampik, ada banyak manfaat pembelajaran berbasis digital atau e-learning yang dirasakan seluruh pihak, baik siswa, orang tua maupun guru.

Disebutkan, waktu belajar lebih fleksibel. Guru tidak perlu menyalin ke papan tulis, cukup share materi dalam bentuk dokumen ke Google Drive atau aplikasi chat dan seluruh siswa bisa mengakses materi pembelajaran di mana dan kapan saja.

”Dengan metode belajar e-learning, siswa lebih fleksibel menentukan waktu belajar. Biaya pembelajaran lebih hemat seperti biaya transportasi, sewa ruang kelas untuk guru les, biaya yang digunakan untuk mencetak materi pembelajaran dan sebagainya,” kata dia.

Narasumber lainnya, Efa Widyastuti (SLCC PGRI Kabupaten Sukoharjo) menyampaikan pembelajaran jarak jauh memerlukan kesiapan guru, peserta didik dan sekolah. Guru maupun siswa dipaksa beradaptasi dengan teknologi digital walaupun dengan segala keterbatasannya.

Efa sepakat teknologi digital memiliki peluang yang besar, termasuk di bidang pendidikan, karena penggunanya generasi milenial. Dari catatan yang ada, penduduk Indonesia didominasi generasi muda (generasi milenial).

Rata-rata penduduk Indonesia berusia 29,7 tahun. Tantangannya adalah bagaimana menjadi pengguna internet yang cakap namun tetap berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dipandu moderator Rara Tanjung, webinar bertema Saatnya Peserta Didik dan Guru Terampil Belajar Daring (Online) kali ini juga menghadirkan narasumber Mujiantok (Founder Atsoft Teknology), Wulan Suciati (Kepala Seksi Pembinaan Pendidik SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo), Etik Suryani (Bupati kabupaten Sukoharjo) sebagai Keynote Speech, Ganjar Pranowo (Gubernur Provinsi Jawa Tengah) sebagai Keynote Speech dan Kevin Benedict (Putra Dirgantara Indonesia 2018) sebagai Key Opinion Leader.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article