Kamis, Januari 20, 2022

Tantangan menjadi perempuan inspiratif di era digital

Must read

Perempuan merupakan sosok yang selama ini sanggup melakukan sejumlah pekerjaan sekaligus atau multitasking. Perempuan inspiratif pun banyak terlahir ketika mereka dijadikan model dan memiliki pengaruh di dunia, baik dari bidang seni, politik atau perempuan-perempuan yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah.

“Di era digital ini pun perempuan bisa menjadi orang orang berpengaruh bagi sekitarnya dan dunia,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Irawati, saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema “Perempuan Inspirastif di Era Digital” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (30/11/2021).

Dalam webinar yang diikuti 300-an peserta itu, Irawati mengatakan, untuk bisa menjadi sosok yang berkontribusi di era digital ini, perempuan perlu beradaptasi. Yaitu, mau belajar menggunakan perangkat digital, memiliki kesabaran dalam peran sebagai perempuan dan ibu, mengasah kemampuan dalam mengaktualisasikan diri juga mengembangkan potensi diri dan kekuatan dari hati.

”Perempuan juga perlu memotivasi diri dan menemukan bakat dalam merefleksikan diri, menemukan solusi, melakukan aksi untuk menentukan goal atau tujuan bekerja dan belajar dengan gembira serta terus berlatih untuk membangun kualitas dirinya agar menjadi perempuan inspiratif,” kata Irawati.

Irawati membeberkan, adaptasi perempuan di era digital bisa dilakukan dengan berbagai cara agar bisa menjadi perempuan yang menginspirasi.

”Cobalah aktif mengikuti seminar dan pertemuan ilmiah, tak malas melakukan riset dan penelitian baik secara personal maupun kolaborasi,” tambah Irawati.

Selain itu, perempuan perlu gemar membaca dan bersikap futuristik alias berwawasan ke depan, bersikap kritis serta menganggap belajar sebagai suatu kebutuhan.

Narasumber lain dalam webinar itu, dosen FISIP Universitas Jember dan sekaligus anggota IAPA (Indonesian Association for Public Administration) Selfi Budi Helpiastuti mengatakan, dalam partisipasi aktif di ruang digital perlu pemahaman untuk menjaga data dengan perlindungan berlapis.

”Cek notifikasi login, verifikasi dengan sidik jari atau wajah, notifikasi akun. Intinya harus proaktif jaga dan lindungi data pribadi serta laporkan jika ada aktivitas mencurigakan,” kata Selfi Budi.

Selfi mengatakan, ada sejumlah tips menjaga keamanan digital yang bisa diterapkan. ”Kita harus turut aktif menjaga data pribadi, misal dengan menjaga kerahasiaan password. Ingatlah selalu untuk tidak membagi data pribadi seperti nomor KTP, nomor telepon, username, nama ibu kandung dan nomor OTP,” sebutnya.

Selfi menyayangkan banyaknya pengguna yang secara sukarela menyerahkan informasi pribadi mereka agar tidak perlu menunggu meski hanya beberapa detik saja. Padahal jebakan di dunia digital sangat terbuka lebar, utamanya terkait keamanan digital.

Webinar yang dimoderatori Bobby Aulia itu juga menghadirkan narasumber Sani Widowati, Princeton Bridge Year On-Site Director Indonesia; Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas Erna Sulistyawati, serta Suci Patia sebagai key opinion leader.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article