Kamis, Januari 20, 2022

Menjaga keberagaman di ruang digital, kuatkan persatuan

Must read

Dosen Fakultas Ilmu Budaya UNS Solo Muhammad Yunus Anies mengatakan, keragaman budaya terjalin dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, menyatukan kita sebagai Indonesia. Sinergi budaya yang difasilitasi konektivitas digital selayaknya dipakai untuk mewujudkan persatuan kesatuan. Sebab, keberagaman dan persatuan adalah kekuatan kita sebagai bangsa

Itulah pemantik diskusi yang disampaikan Anies saat menjadi narasumber webinar literasi digital bertema “Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter di Era Digital” gelaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (30/11/2021).

Dalam webinar yang diikuti 300-an peserta itu, Anies meyampaikan, menjadi pengguna internet yang berkarakter dan berbudaya menjadi faktor penting membangun ruang digital yang sehat.

“Pengguna internet perlu berusaha mempertahankan kearifan lokal, sebab budaya sopan santun, kearifan lokal ada dalam peradaban dan kebudayaan kita,” ujarnya.

Pengguna internet juga perlu mengedepankan kepentingan publik, budaya bergotong-royong, dan pengguna internet bisa mengemas informasi publik dengan kreatif dan inovatif dalam mempromosikan produk.

“Misalnya menggunakan bahasa daerah dengan dilengkapi takarir atau subtitle, berbudaya dan beradab, yang muda yang kreatif dan inovatif dan memperkuat visi global,” kata Anies.

Generasi muda perlu memiliki wawasan internasional yang berakar pada budaya lokal. “Prinsipnya think globally, act locally. Jadikan budaya daerah sebagai landasan komunikasi publik agar menjadi identitas dan bukti kecintaan kita pada bangsa dan negara Indonesia,” tambahnya.

Anies mengatakan menjadi warga digital yang Pancasilais itu berpikir kritis dan meminimalisir unfollow, unfriend, dan blok untuk menghindari echo chamber dan filter bubble. ”Bergotong-royong dan berkolaborasi untuk kampanye digital jadi hal penting,” tandas Anies.

Narasumber lain dalam webinar itu, fasilitator Kaizen Room Muhammad Taufik Saputra mengatakan, ada beberapa cara aman dalam berinternet yang bisa diterapkan. Bisa dimulai dengan menggunakan password yang sulit dan selalu logout jika akun login di perangkat lain. Lalu, rutin menggantinya.

“Aktifkan pengaturan privasi ganda di akun pribadi Find my location, backup data, anti-virus reader, two factor authentication, dan hanya jelajahi situs internet yang terpercaya sembari tetap rajin hapus history penelusuran online,” kata Taufik Saputra.

Webinar yang dipandu oleh moderator Fikri Hadil itu juga menghadirkan narasumber dosen Universitas Sains Al-Quran Syukron Mazid, filmaker Zahid Asmara, serta Putri Juniawan sebagai key opinion leader.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article