Jumat, Januari 27, 2023

Teater Perang

Must read

Pangeran Yamato Takeru dari Jepang, yang lahir beberapa milenia lalu, anak ke-80 kaisar, memulai kariernya dengan mencacah saudara kembarnya karena saudara tersebut terlambat datang di makan malam keluarga. Setelah itu ia membasmi pemberontakan petani di pulau Kyushu. Dengan menyamar sebagai perempuan, dengan rias rambut dan wajah sebagai perempuan, ia merayu para pemimpin pemberontakan; lalu dalam sebuah pesta, pedangnya membelah tubuh-tubuh mereka seperti membelah melon. 

Di tempat lain ia melibas orang-orang miskin yang memberontak dan berani menentang kekaisaran, dan dengan menjadikan mereka daging cacah ia meredam perlawanan. Demikian dikisahkan ketika itu, demikian pula diceritakan sekarang.

Tindakannya yang paling terkenal adalah ketika ia mengakhiri ulah bandit besar yang malang melintang menyebar malapetaka di provinsi Izumo. 

Pangeran Yamato menawarkan pengampunan dan perdamaian, dan penyebar bencana itu menanggapi dengan mengundang Pangeran berkuda bersama di wilayah tinggalnya. Yamato membawa pedang kayu dalam sarung mewah, sebuah langkah tipuan. 

Siang hari, pangeran dan bandit itu berangin-angin di tepi sungai. Saat bandit berenang, Yamato menukar pedang mereka. Ia menyelipkan pedang kayunya di sarung pedang bandit, dan mengambil pedang metal punya bandit. 

Saat senja, ia menantang bandit berduel pedang.  

Mirrors

Eduardo Galeano

Artikel sebelumnya
Artikel berikutnya
- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article