Jumat, Juni 14, 2024

Ada kalangan manager pola pikirnya setara teenager?

Must read

#SeninCoaching:

#Lead for Good: Beware the busy manager

Mohamad Cholid, Certified Executive and Leadership Coach

Tingkat kegagalan akibat keputusan berdasarkan binary choice di atas 50%.

Dua pertiga dari keputusan menyangkut urusan penting organisasi didasarkan pada cara yang cenderung keliru dan taktik yang patut dipertanyakan. Ini hasil analisis Paul C. Nutt selama 20 tahun atas 356 keputusan strategis para manajer puncak di area produk dan jasa, pricing dan potret pasar, kebijakan personel, akuisisi teknologi, reorganisasi strategis.

Paul C. Nutt adalah Professor of Management, College of Business, University of Strathclyde, AS.

Ia mengambil contoh penyebab 14 malapetaka besar – di antaranya kasus EuroDisney, Baring Bank, Ford Pinto, serangan Waco, dan tragedi Challenger — untuk menggambarkan konsekuensi common tactical errors dan jebakan pendekatan salah yang dipaksakan para manager, dengan mengabaikan alternatif lain, dalam pembuatan keputusan.

Kata Profesor Nutt, itulah akibat proses pengambilan keputusan cenderung didasarkan hanya pada binary choice, dua pilihan, “kerjakan ini” atau “lakukan yang lain”. Tingkat kegagalan akibat keputusan berdasarkan binary choice di atas 50%.

Di lain pihak, saat pilihan pertimbangan ditambah satu lagi, menurut hasil studi Nutt, tingkat kegagalannya turun signifikan, menjadi 30%.   

Barangkali sebagian di antara Anda sudah mengalami hal semacam itu di organisasi atau perusahaan tempat kerja? Para manager yang dimaksud di sini adalah atasan atau pengambil keputusan di level mana pun di organisasi.

Gejala ini sesungguhnya merupakan persoalan sangat serius.

Tingkat kegagalan di atas 50% sebagai hasil dari proses pengambilan keputusan berdasarkan binary choice tersebut setara (bahkan mungkin lebih teruk) jika dibandingkan dengan kegagalan pengambilan keputusan di kalangan remaja akibat pertimbangan mereka sangat terbatas.

Demikian kata para prakitisi behavioral economic dan kalangan coach eksekutif. Para remaja bahkan punya excuse dalam urusan ini, mengingat otak mereka belum sepenuhnya berkembang.

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article