Kamis, Februari 29, 2024

Ambisi Boy Thohir

Must read

Juni 2023 Jokowi melarang ekspor bauksit. Saya tahu larangan ini bertujuan untuk mengembangkan hilirisasi bauksit di dalam negeri. Tetapi sebagaimana nikel, Jokowi tidak paham bagaimana hilirisasi itu diterapkan. Apalagi soal bauksit, yang 60% opex nya adalah energi. Kalau menggunakan fuel energi dari batubara, maka setiap ton aluminium yang diproduksi (CO2e/t) mengeluarkan sekitar 16 ton karbon dioksida.

Karena kita sudah deal dengan Paris Club soal pengurangan emisi carbon, maka kita harus bayar credit carbon itu. itu sudah engga efisien. Opex akan meningkat.

Solusinya kalau pemerintah memang berniat baik membangun hilirisasi bauksit, ya bangun PLTA berkala gigantik. Itu bisa di kalimantan atau Papua. Nah jadikan wilayah itu sebagai KEK. Sehingga ekspor dan pengolahan limbah bisa terkendali. Ya tirulah cara kerja Pak Harto waktu bangun PLTA Asahan dimana pabrik Aluminium (Inalum) beroperasi.

Kalau dipaksakan juga dengan fuel batubara, produk hilir bauksit seperti alumina dan aluminium akan kena banned international. Misal, Adaro Minerals (ADRO), anak usaha dari kerajaan bisnis Adaro Energy (ADRO) milik Garibaldi ‘Boy’ Thohir, dikabarkan kesusahan menggalang dana dari pinjaman bank untuk proyek smelter Aluminium. Semua bank asing menolak memberikan pinjaman.

Walau sebelumnya ADMR sendiri mengusung konsep hijau (greenwashing) industri aluminium dengan pembangunan Smelter bekerja sama dengan mitra dari China, Legend Holdings.

Tetapi banker asing tidak bisa dibodohi. Mereka anggap itu hanya pencitraan diatas kertas. Alias omong kosong. Ya wajar. Sebenarnya strategi ADMR membangun smelter aluminium itu memang untuk mengamankan business batubaranya. Pasti dia akan bangun PLTU.

Maklum investasi ini perlu uang banyak. Untuk membuat satu unit smelter dengan kapasitas pengolahan 6 juta ton bijih bauksit menjadi 2 juta ton alumina per tahun perlu modal USD 1,2 miliar atau Rp 18,6 triliun. Tanpa dukungan dari bank, engga mungkin jalan. Sementara Boy sudah kadung bebaskan lahan dan proses civil work sudah jalan.

Sdah dapat off taker buyer dari Korea. Kalau engga dapat loan dari bank, bisa potensial loss Capex dia. Kini dia berusaha gedor bank dalam negeri. Makanya dia berharap 02 menang agar bisa mudah dapatkan kredit dari bank BUMN. Rencana investasi Rp 30 triliun pada proyek pusat industri alumina bisa terlaksana tahun 2025. (Diskusi dengan Babo)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article