Rabu, April 24, 2024

Inilah Sejarah Imlek dan Tradisi yang Wajib Dilakukan

Must read

Tahun ini, Imlek diperingati pada hari Minggu, tepatnya di tanggal 22 Januari 2023. Sebagai salah satu hari raya bagi etnis Tionghoa, Imlek memiliki sejarah dan tradisi serta makna penting untuk dirayakan setiap tahunnya.

Selain berfungsi sebagai penanda datangnya tahun baru, bermacam tradisi saat Imlek dipercaya akan memberi banyak kebaikan dan kemakmuran bagi warga Tionghoa di tahun tersebut. Untuk mengetahuinya lebih jauh, ulasan lebih lengkap mengenai awal mula Sejarah Imlek dan macam-macam tradisi pada tahun baru China, bisa Anda temukan di bawah ini:

Sejarah Imlek dan Tradisinya

Selain sebagai penanda datangnya musim semi dan juga awal tahun baru berdasarkan kalender bulan, hari raya Imlek juga menjadi festival tradisional terpenting bagi warga Tionghoa.

Saat Imlek datang, hal ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk keluarga berkumpul dan mempererat hubungan satu sama lain. 

Sejarah Imlek atau Tahun Baru China dipercaya bermula saat era Dinasti Shang yang berlangsung pada tahun 1600-1046 Sebelum Masehi, di kisaran 3500 tahun lalu.

Ketika zaman Dinasti Shang, masyarakat China belumlah merayakan tahun baru Imlek. Meskipun begitu, para petani sudah memiliki tradisi upacara pengorbanan  dalam rangka menghormati leluhur dan dewa-dewa di akhir musim dingin sekaligus untuk menyambut dimulainya musim semi. Di saat itu, warga Tionghoa juga berdoa memohon panen melimpah dan kebaikan di tahun yang baru.

Selain melakukan tradisi mempersembahkan korban untuk leluhur dan para dewa, di momen tersebut warga Tionghoa juga turut menyembah alam sebagai bukti penghormatan atas hasil panen sebelumnya.

Ketika zaman Dinasti Shang pula, sejarah Imlek ikut diwarnai dengan kisah serangan monster jahat bernama Nian.

Nian dikisahkan dengan sosok monster jahat bergigi tajam yang senang memakan hewan ternak dan hasil bumi bahkan kerap menyerang dan membunuh para warga terutama anak-anak. Monster Nian diyakini selalu datang dan melakukan aksi penyerangan setiap kali malam tahun baru tiba.

Untuk mencegah Nian melaksanakan aksi tahunannya, warga Tionghoa selalu meletakkan aneka makanan di setiap pintu rumah mereka untuk menjamu Nian.

Terdapat pula sebuah kepercayaan bahwa monster Nian akan takut dan pergi menjauh tiap kali mendengar suara keras dan aneka barang berwarna merah.

Karena itulah orang-orang di zaman Dinasti Shang mulai memasang lentera-lentera berwarna merah serta menempel potongan-potongan kertas merah pada tiap jendela dan pintu rumah mereka untuk mencegah Nian masuk ke dalam rumah.

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article