Sabtu, Februari 4, 2023

Sang Kaisar

Must read

Kaisar yang menggunakan seluruh hidupnya untuk membangun istana kematiannya

Nama China berasal dari Chin, Chin Shi Huang, kaisar pertamanya. Lewat darah dan api, ia mengubah secara total sekumpulan kerajaan kecil yang selalu saling serang menjadi sebuah negara. Ia menetapkan satu bahasa kesatuan dan satu sistem timbangan dan ukuran, dan menciptakan satu mata uang berupa koin perunggu dengan lubang di tengahnya. 

Untuk melindungi wilayah kekuasaannya ia membangun tembok besar, susunan batu megah tak berujung yang melintas peta dan sampai duaribu duaratus tahun kemudian, tetap merupakan barikade pertahanan yang paling banyak dikunjungi orang. 

Tetapi urusan sepele seperti itu tidak membuatnya terganggu tidur. Rancangan yang menyita seluruh hidupnya adalah kematiannya: makamnya, istana untuk tinggal setelah mati.

Pembangunan dimulai di hari pertama ia duduk di tahta saat usianya tigabelas tahun, dan dari tahun ke tahun mausoleum itu berkembang menjadi lebih luas dari sebuah kota. Jumlah tentara yang mengawalnya juga terus bertambah, menjadi lebih dari tujuh ribu serdadu berkuda dan infanteri, dengan seragam warna darah dan baju zirah warna hitam. 

Prajurit tanah liat itu, dirancang oleh para pematung empu, tak lekang usia dan tak bisa berkhianat. Sekarang, mereka membuat dunia takjub.

Kuburan monumental itu dikerjakan oleh orang-orang tahanan, yang harus bekerja sampai mati, dan dibuang ke gurun. 

Kaisar memberi pengarahan sampai detail terkecil dan ia mengharuskan mereka bekerja sekeras-kerasnya. Beberapa kali musuh-musuhnya mencoba membunuhnya. 

Karena itu, jika melakukan perjalanan ia menyamar dan setiap malam ia tidur di tempat yang berbeda. Ketakutan terbesarnya adalah jika ia mati sebelum kuburan yang layak baginya siap. 

Pexels

Sampailah hari saat pekerjaan kolosal itu selesai. Semua tentara siap, mausoleum raksasa itu juga, yang sungguh sebuah adikarya. Perubahan sekecil apapun akan merendahkan kesempurnaannya. 

Kemudian, ketika Sang Kaisar hampir mencapai setengah abad hidupnya, kematian menjemputnya dan ia berserah diri. 

Teater agung telah siap, tirai ditarik naik, pertunjukan segera mulai. Ia harus hadir dan tampil. Sebuah opera, yang digubah untuk hanya satu suara tunggal.

Mirrors

Eduardo galeano

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article